Kreatif dan Ramah Lingkungan, Siswa MTsN Manggarai Timur Sulap Stik Es Krim Bekas Jadi Tempat Pensil Unik

Published

07 May, 2026

Category

Berita

MTsN Matim (Kemenag)---Pelaksanaan ujian praktik bagi siswa kelas IX MTsN Manggarai Timur berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 4 hingga 6 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga keterampilan dan kreativitas siswa dalam kehidupan nyata.

 

Ujian praktik tersebut mencakup tiga mata pelajaran, yakni Seni Budaya, PJOK, dan Prakarya. Pada mata pelajaran Seni Budaya, siswa diminta menyanyikan lagu perjuangan dan lagu daerah dengan penuh penghayatan. Sementara itu, pada mata pelajaran PJOK, siswa melaksanakan praktik lari jarak pendek untuk mengukur kemampuan fisik dan ketangkasan mereka.

 

Fokus utama dalam kegiatan ini terlihat pada mata pelajaran Prakarya, di mana siswa ditantang untuk membuat tempat pensil dari bahan bekas stik es krim. Beragam hasil karya yang dihasilkan menunjukkan tingkat kreativitas dan ketelitian siswa dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang bernilai guna.

 

Kepala madrasah, Kaharudin, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan ujian praktik ini merupakan sarana penting untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa keterampilan seperti yang ditunjukkan dalam praktik Prakarya menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. “Kami sangat mengapresiasi kreativitas siswa yang mampu memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai estetika,” ujarnya.

 

Guru mata pelajaran Prakarya, Suvarningrat, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya daur ulang serta pengembangan keterampilan tangan. Ia menambahkan bahwa melalui praktik ini, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar tentang proses, kesabaran, dan inovasi. “Hasil karya siswa sangat beragam dan menunjukkan bahwa mereka mampu berpikir kreatif dengan bahan yang sederhana,” jelasnya.

 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menyelesaikan ujian dengan baik, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ujian praktik ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di madrasah tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup. (Arul)