Blog Details
Kreatif dan Ramah Lingkungan, Siswa MTsN Manggarai Timur Sulap Stik Es Krim Bekas Jadi Tempat Pensil Unik
MTsN Matim (Kemenag)---Pelaksanaan
ujian praktik bagi siswa kelas IX MTsN Manggarai Timur berlangsung selama tiga
hari, mulai tanggal 4 hingga 6 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting
dalam proses evaluasi pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek teori,
tetapi juga keterampilan dan kreativitas siswa dalam kehidupan nyata.
Ujian praktik tersebut mencakup
tiga mata pelajaran, yakni Seni Budaya, PJOK, dan Prakarya. Pada mata pelajaran
Seni Budaya, siswa diminta menyanyikan lagu perjuangan dan lagu daerah dengan
penuh penghayatan. Sementara itu, pada mata pelajaran PJOK, siswa melaksanakan
praktik lari jarak pendek untuk mengukur kemampuan fisik dan ketangkasan
mereka.
Fokus utama dalam kegiatan ini
terlihat pada mata pelajaran Prakarya, di mana siswa ditantang untuk membuat
tempat pensil dari bahan bekas stik es krim. Beragam hasil karya yang
dihasilkan menunjukkan tingkat kreativitas dan ketelitian siswa dalam mengolah
bahan sederhana menjadi produk yang bernilai guna.
Kepala madrasah, Kaharudin, dalam
pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan ujian praktik ini merupakan sarana
penting untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Ia menegaskan
bahwa keterampilan seperti yang ditunjukkan dalam praktik Prakarya menjadi
bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. “Kami
sangat mengapresiasi kreativitas siswa yang mampu memanfaatkan barang bekas
menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai estetika,” ujarnya.
Guru mata pelajaran Prakarya,
Suvarningrat, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan
kesadaran siswa terhadap pentingnya daur ulang serta pengembangan keterampilan
tangan. Ia menambahkan bahwa melalui praktik ini, siswa tidak hanya belajar
membuat produk, tetapi juga belajar tentang proses, kesabaran, dan inovasi.
“Hasil karya siswa sangat beragam dan menunjukkan bahwa mereka mampu berpikir
kreatif dengan bahan yang sederhana,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini,
diharapkan siswa tidak hanya mampu menyelesaikan ujian dengan baik, tetapi juga
memperoleh pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Ujian praktik ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di madrasah
tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter
dan keterampilan hidup. (Arul)