Blog Details
Siswa MTsN Matim Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Kerajinan
MTsN Manggarai Timur - Siswa kelas VIII MTs Negeri
Manggarai Timur mengubah sampah plastik menjadi bahan kerajinan yang
bermanfaat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (21/05/2024) di halaman
dan aula madrasah.
Kegiatan tersebut merupakan
rangkaian kegiatan ujian Praktek pada mata pelajaran seni budaya yang secara
langsung didampingi guru mata pelajaran seni budaya Fatimah. Pelaksanaan ujian
praktek serentak dilakukan pada kelas VII dan VIII. Kelas VII melakukan praktek
tata boga sedangkan pada kelas VIII membuat kerajinan tangan dari sampah
plastik.
Setelah itu semua kerajinan
tangan dipajang di aula madrasah untuk dilakukan penilaian oleh tim penilai dan
juga hadir menyaksikan kepala madrasah Kaharudin, segenap guru, pegawai dan
siswa MTsN Matim.
Beberapa kerajinan yang dibuat oleh
siswa seperti bunga dari plastik bekas air mineral, hiasan dinding yang terbuat
dari sedotan air mineral, Pota Bunga, dan masih banyak lagi.
Kepala madrasah kaharudin
menyampaikan rasa senang menyaksikan hasil karya siswa yang terpajang rapi di
aula madrasah tersebut, menurut kamad kegiatan tersebut memberikan manfaat dan
dampak positi bagi siswa terutama dalam menumbuhkan sikap kreatif dalam diri
siswa sehingga akan menjadi bekal kelak bagi mereka di kemudia hari.
”Tentu kegiatan ini sangat
bermanfaat bagi anak-anak kita, setelah kita lihat hasilnya tadi tentu saya
bangga, anak-anak kita punya skil dan kemampuan kalau diasah dan terus kita bimbing,
yang paling penting akan menjadi bekal bagi mereka kelak,” ujar kamad.
Lebih jauh kamad melanjutkan
kegiatan pengolahan sampah tentu akan menambah nilai positif, karena biasanya
sampah yang ada selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik hanya memenuhi
halaman madrasah tanpa disadari padahal keberadaan sampah yang tadinya sangat
menganggu bisa dimanfaatkan dengan kerajinan yang bermanfaat.
”Keberadaan sampah dilingkungan
madrasah kita selama sangat menganggu kenyamanan kita semua, hari ini dengan
adanya kegiatan ini kita akan terus lakukan program ini sehingga sampah yang
ada ini bisa bernilai dimata kita,” tambahnya.
”selain murah sampah sangat mudah
kita peroleh, jadi tidak perlu biaya yang mahal untuk melahirkan kreatifitas
yang penting ada kemauan pasti ada jalan,” tutup Kamad. (AruL)