Pelaksanaan Asesmen Madrasah Ditengah Keterbatasan Jaringan Internet

Published

02 May, 2024

Category

Berita

MTsN Manggarai Timur (Kemenag) --- Pelaksanaan Asesmen Madrasah (AM) pada pelaksanaan hari keenam menyisakan kisah menarik bagi siswa dan guru MTsN Matim pada Sabtu (27/04/2024).  AM pada hari pertama hingga hari kelima dilaksanakan di madrasah dengan menggunakan jaringan internet dengan sistem full online.

Pada pelaksanaan AM hari keenam dilaksanakan diluar madrasah karena jaringan internet di Kecamatan Sambi Rampas tidak stabil atau hilang jaringan. Hal tersebut membuat panitia penyelenggara harus mencari alternatif lain. Salah satu alternatif  tersebut yakni di salah satu rumah warga  di Kampung Wotok Kelurahan Pota.

Adhyatma warga kampung wotok tersebut terdapat jaringan internet yang berasal dari Kecamatan Elar. Sebanyak 49 Peserta asesmen memenuhi rumah hingga halaman depan untuk berjuang mendapatkan akses internet guna menyelesaikan asesmen untuk dua mata pelajaran yakni IPA Terpadu dan Fikih.

Hadir mendampingi siswa Kepala madrasah Kaharudin, Wakil kepala madrasah bagian Kurikulum Murtala serta para panitia ujian dan para pengawas ujian.

Kepala madrasah saat meninjau pelaksanaan asesmen menyampaikan motivasi kepada siswa untuk tidak patah semangat dengan kondisi keterbatasan jaringan internet yang melanda wilayah Pota dan sekitarnya hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan tantangan bagi yang melaksanakan Asesmen berbasis android.

”Anggap saja ini cobaan dan tantangan yang harus kita hadapi bersama, untuk siswa jangan patah semangat, harus tegar menghadapi segala situasi dan kondisi. Alhamdulillah ujian kita hari ini selesai juga,” ujar Kamad

Kepala madrasah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Adhyatma bersama keluarga yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan asesmen dihari yang keenam sehingga semua proses asesmen berjalan dengan baik.

”Saya atas nama lembaga menyampaiakan ucapan terima kasih pada pak Adi dan keluarga, sudah melayani kami dengan baik dan mohon maaf sekiranya ada hal-hal yang kurang berkenan selama anak-anak kami berada disini,” tutup kamad. (Arul)